Diutus Kristus

(Lukas 24:44-55)

 

Dalam kebaktian hari ini, Kamis 5 Mei 2016 pada Perigatan hari Kenaikan Yesus Kristus, firman Tuhan yang  menjadi khotbah diambil dari Lukas 24:44-55 dengan Tema: “Diutus Kristus”.

Seorang yang “diutus”  membutuhkan orang yang mengutusnya,  Ia juga membutuhkan pesan yang akan dibawanya.  Kuasa dan wewenang serta dapat dipercaya orang yang diutus dari sang pengutus. Oleh sebab itu seorang utusan adalah orang sudah dipercaya, diberi kuasa ataupun wewenang untuk membawa pesan keluar.

Sesuai tema : “Diutus Kristus”, pertanyaan yang timbul adalah siapakah yang diutus? dan untuk apa dia diutus?. Untuk menjawab pertanyaan ini baiklah kita melihat Lukas 24:42,46,47 disini disebutkan bahwa pesan yang akan disampaikan itu adalah bahwa : 1. Mesias harus menderita dan bangkit diantara orang mati pada hari ketiga. 2. Pertobatan dan Pengampunan, 3. Kamu adalah saksi dari semua ini.

Dalam Yohanes 20:21 dikatakan sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.  Yesus Kristus mengutus  gereja untuk meyampaikan pesan itu bahwa Yesus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ke-3.

Pengampunan dan Pertobatan berita tentang hal tersebut diatas datang untuk semua orang, tetapi berita ini tidak dapat disampaikan kepada semua manusi tanpa ada utusan yang mengerjakannya. Gereja sebagai utusan Kristus hendak dijadikan mulut untuk berbicara bagi Yesus, dan kaki untuk berjalan mengerjakan pesan-pesannya, serta tangan untuk mengerjakan pekerjaannya, maka pesan sangat tergantung pada gereja.

Pengutusan gereja oleh Yesus sama dengan pengutusan Yesus oleh Allah. Tidak akan ada orang dapat membaca cerita injil tanpa melihat bahwa hubungan antara Yesus dengan Allah tergantung kepada kepatuhan dan kasih Kristus yang sempurna. Kristus dapat menjadi utusan Allah hanya karena memberikan kepada Allah kepatuhan dengan kasih yang sempurna.

Jemaat yang dikasih Tuhan Yesus Kristus, pada saat ini kita beribadah dalam rangka memperingati hari Kenaikan Yesus Kristus. Marilah kita jadikan mulut kita untuk  meberitakan kebangkitan Yesus diantara orang mati pada hari ke-3. dan  jadikan kaki kita untuk melakukan pekerjaan membawa ketiga pesan Kristus. Imanuel. Amin.