“Adakah Hati Yang Tergerak Untuk Peduli ?”

(Lukas 16:19-31)

 

Dalam  Lukas 16 ;19-31 adalah salah satu perumpaan Tuhan  Yesus tentang orang kaya dengan gaya hidup yang ditandai oleh suasana pesta pora dan kemewahan setiap hari .
Sementara di pintu gerbang rumahnya duduk seorang pengemis yang sangat miskin dan kelaparan bernama Lazarus.  Lazarus hanya makan dari sisa2 roti  yang di buang di lantai. Orang kaya itu melihat dan mengenal lazarus karena selalu duduk di depan rumahnya. Tetapi  ia tidak peduli kepada Lazarus yang miskin dan tergeletak di depan rumahnya. Perumpamaan dalam bacaan ini Tuhan Yesus bukanlah menyalahkan orang yang sukses dan menjadi kaya, sebab para leluhur bangsa Isarel juga merupakan orang2 kaya seperti Bp.Abraham, Ishak dan Yakub,  permasalahannya adalah Tuhan Yesus mau bagaimana seseorang menyikapi kekayaannya dan bagaimana pula memperlakukan sesamanya yang sedang  menderita.

 

Tuhan Yesus Kristus adalah contoh teladan buat kita.

Tuhan Yesus  sangat peduli kepada semua umatnya hatinya penuh belas kasihan apalagi kepada umat yang dengan rendah hati memohon kepadanya. Kita adalah rekan sekerja Tuhan Yesus di dunia, melalui tindakan kasih yang diperbuatnya Tuhan Yesus mengajak kita orang percaya agar lebih peka terhadap penderitaan orang lain dan jangan pernah mengucilkan orang yang menderita.

 

Zaman modern saat ini orang semakin bersifat  egoisme dan individualisme,  makin banyak orang yang kurang atau malah tidak peduli sama sekali terhadap sesamanya mereka hanya memikirkan diri sendiri kurang memikirkan orang lain. Sebuah kepedulian bisa hilang di tengah2 kesibukan manusia karen orang2 sibuk bekerja, meniti karir atau mencari harta ..sibuk dengan urusan sendiri2 sehingga tidak ada waktu untuk memperhatikan/memperdulikan sesama.

 

Tuhan Yesus rela meninggalkan tahta surgawi untuk datang ke dunia bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani karena Tuhan Yesus mengasihi dan peduli terhadap kita jadi sudah sepatutnya kita meresponnya dengan bersyukur melalui karya nyata  yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. Sebaiknya kepedulian yang berjalan dua arah yaitu:
Allah mengaruniakan anugerahNya dalam Kristus, manusia meresponnya dengan percaya dan bersyukur.

Kepedulian dinyatakan dengan tindakan saling :
Saling mengasihi  Yoh 13 : 34
Saling mendoakan Yakobus 5: 16
Saling membangun 1 Tesalonika 5: 11
Saling mendahului dalam memberi hormat Roma 12: 10
Saling membantu Galatia 6 : 10

Adakah hati yang tergerak untuk peduli….
Apakah kita sudah peduli terhadap bangsa dan negara kita dengan mendoakannya dalam doa syafaat agar bangsa kita menjadi bangsa yang makmur, apakah  kita sudah peduli dengan lingkungan di sekitar kita dengan menjaga dan merawat lingkungan dengan tidak buang sampah sembarangan, apakah kita peduli pada saat kita melihat di televisi ada bencana di mana2 angin puting beliung, gunung meletus, banjir bandang dan longsor yang sedang terjadi di Garut apakah cukup dengan hati yang tersentuh ….hanya itu?

 

Poukli sebagai gereja sudah melakukan tugasnya dengan peduli terhadap  lingkungan sekitar yaitu melakukan pembagian sembako kepada tukang2 becak dan keamanan di sekitar gereja secara rutin setiap tahun dan juga kunjungan2 ke panti jompo dll.
Bagaimana dengan tiap2 kita pribadi lepas pribadi sebagai majelis/pelayan rekan sekerja Tuhan Yesus di dunia  apakah kita juga sudah memiliki hati yang peduli..terhadap sesama terutama terhadap orang2 seiman yang miskin dan menderita. Winston Churchill memberikan pernyataan : “We make a living by what we get, but we a life by what we give “…”Kita hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan (kepada orang lain).

 

Marilah kita menata hidup kita dengan bertobat,  membangun sikap dan tindakan kepedulian terhadap sesama seperti yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus.Amin Imanuel