SENTUHAN KASIH

(Galatia 6:1-10)

 

Saling membantulah kamu…

Paulus meminta kepada Jemaat di Galatia untuk saling memperhatikan dan saling membantu karena yang terjadi di Jemaat Galatia saat itu Jemaat mula2 yang berasal dari Yahudi, dan Jemaat yang berasal dari Yunani saling menjatuhkan dan tidak perduli satu sama lain padahal  sama2 pengikut Kristus.

Sebenarnya dalam hidup orang kristen tidak ada kompetisi untuk saling menjatuhkan jadi jika ada Jemaat di persekutuan / di gereja kita yang kedapatan berbuat salah karena termakan / terhasut mereka yang mengacau / merusak didalam Jemaat atapun kedapatan berbuat dosa sebaiknya yang rohani atau teman seimanlah yang paling memiliki kewajiban / yang harus menolong meskipun dalam kenyataan yang kita hadapi dalam kehidupan pelayanan ketika kita menolong dan orang yang kita tolong keras kepala / ngeyel kita juga bisa marah2 atau bisa  lepas kontrol,  bukan hanya dia yang bermasalah akhirnya  kita juga masuk dalam masalahnya..

Kita semua masih hidup dalam dosa dan masih akan berbuat dosa, selama kita masih mengikuti hawa nafsu / keinginan daging maka kita perlu menyerahkan diri kepada Tuhan dan perlu diperbaharui / menanggalkan manusia lama kita seperti dikatakan  dalam Yohanes 3:3 : “ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali , ia tidak dapat melihat kerajaan Allah”.

Kehidupan saat ini orang semakin individualistis, teman seimanlah yang patut menerapkan hidup sesuai dengan hukum Kristus untuk saling memperhatikan dan saling mengasihi.  kita hidup karena anugerah dari Tuhan dan kepedulian yang kita berikan  kepada orang lain bukan karena kehendak kita,  tetapi kita  melakukannya karena menjalankan kehendak Tuhan. Perbuatan baik kita seharusnya merupakan Buah Roh dari keinginan Roh yang kita taati.

Banyak orang merasa berarti karena ia melakukan sesuatu padahal orang disekitarnya ada ataupun tidak ada nggak ada bedanya karena dia merasa dia penting.

Ketika Yesus di Bukit Zaitun ahli2 taurat dan orang2 Farisi datang membawa wanita yang tertangkap berzinah dan mereka menuntut Tuhan untuk menghukumnya sesuai dengan hukum taurat melempari wanita itu  dengan batu. Tuhan Yesus katakan Yohanes 8:7b : “Barangsiapa diantara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”

setelah mendengarkan perkataan itu mulai dari yang tertua satu persatu mereka pergi. Disini kita diajarkan untuk hidup menurut hukum kasih Tuhan.

Apakah kita sudah memenuhi panggilan Tuhan untuk melayani setelah kita ditebus dan dibayar untuk hidup melayani  Dia menjadi hamba. Apakah kita sudah menghargai Anugerah Tuhan. Berapa banyak waktu yang Tuhan berikan kita pakai untuk keperluan kita sendiri tanpa pernah ada kerinduan untuk melibatkan diri untuk dipakai oleh Tuhan. Jika kita sudah hidup dalam Tuhan maka kita akan merasakan damai sejahtera.

Kita dipanggil untuk saling mengasihi dan saling merangkul namun ada hal yang kita harus menanggung beban kita sendiri, ada penyakit yang tidak bisa kita limpahkan ke orang lain kita harus tanggung sendiri dan juga ada kematian yang harus kita hadapi sendiri, saat ini kita masih diberikan hidup sudah siapkah kita apabila hari ini bertemu dengan Tuhan Yesus tidak ada yang bisa menjamin kita hidup sampai besok oleh sebab itu kita harus bersiap diri bertemu dengan Yesus dan kita diingatkan untuk benar2 menghargai waktu yang Tuhan  berikan dan mengerti kasih Tuhan lebih dalam lagi.

Allah tidak dapat dipermainkan, tidak ada orang yang bisa menyembunyikan diri dari perbuatannya hidup dalam roh tetapi juga masih hidup dalam daging, Tuhan mengerti semua persoalan hidup kita Tuhan juga mengerti kejahatan kita. Tuhan sudah memberikan contoh bagi kita, perhatian dan sentuhan kasihNya yang berguna bagi kehidupan oleh karenanya marilah kita setia setia dan setia melayani Tuhan dan mempergunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk berbuat baik bagi sesama dan terutama kepada teman2 seiman. Amin Imanuel.