“BELAS KASIH TERHADAP ORANG YANG MENDERITA”

LUKAS 7:11-17

Bacaan ini mengkisahkan tentang, seorang janda di kota nain, yang menghadapi kematian anaknya.janda tersebut terus menangisi kepergian anak laki-lakinya. Dalam bacaan ini tidak disebutkan nama anak-laki-lakinya, meninggal dalam usia berapa tahun, dan juga meninggal karena apa. Tetapi tangisan janda tersebut pada hakekatnya mau menyatakan ketidaksanggupan kehilangan anak satu-satunya yang dimiliki.. ketidaksanggupan seseorang untuk berpisah dengan orang yang sangat dikasihi. Ini berarti mau dikatakan pada bagian pertama (ayat 12) RASA SEDIH adalah manusiawi. Semua orang pasti akan mengalami hal yang sama. Sedih dan menangis adalah bagian dari kehidupan manusia, apalagi ketika orang yang kita kasihi, cintai pergi meninggalkan kita selamanya. Pastinya perlu sesamanya untuk bisa memberikan kekuatan dan penghiburan.

Yesus pun turun tangan. Ketika hal ini dilihat oleh Yesus. Pada saat berpapasan di pintu gerbang kota nain. Yesus memiliki rasa simpati dan empati yang dalam bagi ibu janda tersebut. Ketika Yesus tau anak tungalnya yang muda telah pergi meninggalkan dia selamanya. Yesus tergerak  hatiNya oleh BELAS KASIHAN kepada ibu janda tersebut (ayat 13) , sehingga Yesus katakan “jangan menangis”. Ini respons yesus untuk menguatkan dan menghibur ibu janda tersebut. tindakan Yesus yang mennjukkan love is action.

Pada ayat 13 pada prinsipnya tindakan yang dilakukan Tuhan Yesus merupakan tindakan BELAS KASIH. Kata belas kasih (Yun: esplagkhnisthe,) menunjuk pada pengertian bela rasa. Dalam bahasa Inggris, istilah ini disebut compassion. Yesus melihat penderitaan manusia dan segera bela rasa IA ingin menolong, karena ini merupakan tindakan dan bukti nyata bagi umat manusia yang harus IA lakukan di dunia ini khususnya bagi mereka yan menderita. Yesus bertindak (merespons) langsung bedasarkan “kasih dan kepedulian” . DIA melakukan mujizat tanpa melihat status, jabatan, dan golongan dari manusia tersebut.

Persitiwa di nain, haruslah menyadarkan kita, kehidupan iman kita, agar “rasa belas kasih” kita, bukan hanya sebatas ucapan bibir saja atau lips services.(ex: aduh, kasihan sekali ya nasibnya, aduh berat sekali ya penderitaannya). Kepada kita dipertanyakan seberaa jauhkah “belas kasih terhadap orang yang menderita, yang kita miliki?seberapa jauh kepedulian kita bagi mereka yang mnderita, atau kesulitan dan masalah yang dialami? Banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita d sekitar kita.

Apakah kita sudah ikut ambil bagian bagi mereka dalam menunjukkan “belas kasih” kita kepada mereka?

Yesus pun bisa menunjukkan hal ini ketika peristiwa DUKACITA diganti dengan SUKCITA . ketika yesus berkata “hai anak muda “bangkitlah””(ayat 14). Dan seketika itu anak muda tersebut Bangkit/hidup kembali.  Maka suasana dukacita itu pun berubah dengan kebahagiaan yang luar biasa. Semua orang yang melihat mujizat ini memuliakan Tuhan dengan sukacita (ayat 16) katakan Allah telah melawat umatNYA, karena seorang nabi besar telah adadi tngah-tengah kita. Dan ni berarti mau disampaikan bagi kita, bahwa masalah apapun, penderita apapun, beban hidup apapun yang menimpa kita, INGAT dan PERCAYALAH TUHAN YESUS selalu ada bersama kita, mendegar kita dalam doa dan permohonan. Yesus bisa memberikan hidupnya dama belas kasih, dan Yesus pun  menginginkandari kita untuk bisa melakukan hal tersebut. Kita semua setiap orang percaya telah mengenal kasih Allah, sehngga setiap orang percaya bersedia ambil bagian  dalam karya keselamatan Allah untuk menolong sesamanya. Buka hanya sekedar ungkapan simpati, tetapi karya nyata melalui hati, pikiran (nasehat, penghiburan, kekuatan)yang dapat menguatkan dan memberdayakan semangat untuk terus menjalani  kehidupan ini brdasarkan iman kepad Tuhan Yesus. Dengan BERDOA bagi mereka yang menderita saja, hal yang kecil ini kita lakukan, artinya sangat besar dan sangat berarti bagi dengan minta kuasa pertolongan Tuhan Yesus bagi kita. Amin IMANUEL